cerpen – DIA HARUS PERGI

Posted On April 27, 2010

Filed under Uncategorized

Comments Dropped leave a response

DIA HARUS PERGI                                                                                     Oleh; SBY

Siang itu panas sangat terik sekali, angin bertiup cukup kencang sehingga hampir merobohkan tenda-tenda putri peserta Perkemahan Bersama Penggalang. Hari itu merupakan hari ke –2 perkemahan yang seharusnya selesai di hari ke-3, tapi tidak ada yang menyangka jika hari itu adalah hari terakhir. Perkemahan terpaksa harus dihentikan di hari ke-2.

Sore itu, suasana lapangan perkemahan sangat ramai, karna sedang diadakan lomba memasak yang diikuti oleh 10 sekolah. Semua sekolah menyajikan masakan dengan sajian yang berbeda. Mereka berlomba-lomba untuk menyajikan yang terbaik. Disela-sela perlombaan tersebut, terdengar percakapan 2 peserta yang tidak ikut dalam perlombaan.

“ Rina, aku dah gerah ni, mandi yuk”. ajak Maria kepada Rina temannya.

ntar za ah, ni kan belum waktunya mandi, apalagi ni lombanyakan juga belum selesai”. jawab Rina yang sedang asyik melihat lomba masak

yaudah, kalau begitu aku mandi duluan ya”. jawab Maria lagi

“ ok, hati-hati ya”. balas Rina

Mariapun pergi mandi sendirian tanpa ditemani seorangpun. Karna pada waktu itu belum waktunya untuk mandi. Lomba masakpun terus berlangsung dengan meriah, semua peserta sibuk dengan sajian mereka masing-masing. Sekitar 30 menit kemudian semua peserta telah menyelesaikan masakan mereka, dan dewan juri mengatakan bahwa waktunya telah habis. Semua masakan dihidangkan dimeja yang telah disediakan dan semua masakan dinilai. Tak berapa lama ada peserta yang melapor kepada panitia:

Kak, dari tadi kami perhatikan, kamar mandi itu kok pintunya tidak dibuka-buka, tapi gak ada suaranya” tanya peserta

“ pintu  yang mana” kakak panitia berbalik tanya

“ itu kak, pintu yang disana” jawab anak tersebut sambil meunjukkan posisi kamar mandi yang dimaksud

Merekapun menuju kamar mandi yang dimaksud. Dan mereka tiba didepan kamar mandi yang dituju. Pintu tersebut lalu digedor beberapa kali, tapi tidak ada jawaban. Tanpa disengaja salah satu peserta melihat ada baju pramuka yang tergantung dari kamar mandi yang dilihatnya dari lubang udara. Semua peserta dan panitia sudah mulai cemas. Apa yang sebenarnya terjadi. Siapa sebenarnya yang berada didalam kamar mandi tersebut. Kenapa ada pakaian tetapi tidak ada suaranya. Apa yang sebenarnya terjadi didalam kamar mandi yang sedang terkunci ini.

Karna terkunci dari dalam, maka mereka memutuskan untuk mendobrak pintu itu. Pintu itu lalu didobrak. Karna pintu terlalu kuat, mereka mencari alat Bantu agar bisa membuka pintu itu. Penjaga sekolah dengan bergegas meminjamkan linggis dari rumahnya. Pintupun mulai dibuka secara paksa.

Ternyata kuncinya sangat kuat, sehingga panitia butuh beberapa menit untuk membukanya. Setelah beberapa menit akhirnya pintu tersebut berhasil dibuka. Setelah pintu terbuka, sesuatu yang sangat menakutkan terlihat. Sesosok mayat perempuan yang telah kaku, dengan posisi badan dibawah dan kaki sebelah kiri diatas menimpahi bak mandi terlihat dengan menggunakan kain sarung. Sebagian tubuhnya membiru. Terlihat darah disekitar kepalanya. Ternyata dia terjatuh dari kamar mandi. Menyedihkan sekaligus menakutkan. Tidak ada yang tahu siapa mayat tersebut karena tidak ada yang menandainya. Setelah dicek oleh panitia, ternyata yang meninggal tersebut adalah peserta perkemahan dari salah satu sekolah. Dia adalah Maria.

Teriakan dan tangisan pun membanjiri lokasi perkemahan tersebut. Semua terkejut dan terpukul. Banyak yang terdiam seolah-olah tidak percaya jika hal ini benar-benar terjadi. Gadis kecil itu harus pergi untuk selamanya diusianya yang sangat muda diacara perkemahan tersebut.

Pengorbanannya yang sangat besar demi pramuka takkan terlupakan oleh siapapun. Diapun pantas disebut sebagai pejuang penggalang. Orang yang telah berjuang dan gugur dalam perkemahan penggalang.

Beberapa jam sebelum meninggalnya Maria, dia sempat membuat lagu, yang sempat dinyanyikan di depan teman-temannya yang akan dipersembahkan kepada orang yang dicintainya. Tetapi tidak ada yang tahu siapa orang yang dicintainya tersebut. Inilah bunyi lagu yang dimaksud

Dimatamu

Kulihat kehampaan hati

Ingin kusirami bunga dihatimu

yang kini telah layu

mungkinkah kau terima cintaku

Pucuk dicinta

Ulampun tiba

meranalah cinta

bersemi rasa

didalam dada

ada bahagia tertanam disini

Tak dapat ku sia-sia kan cinta kita

Yang ada disini

Tak dapat ku sia-sia kan cinta kita

yang ada dihati

Kini Maria telah tiada, dia telah pergi untuk selamanya. Pengorbanannya untuk pramuka tidak bisa terlupakan untuk selamanya. Semoga Allah Swt menempatkannya di tempat yang sebaik-baiknya. Amiin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s