SUKA DUKA DI KEMSA SIBOLANGIT

Posted On April 25, 2010

Filed under Uncategorized

Comments Dropped leave a response

Bumi perkemahan Sibolangit merupakan suatu tempat yang paling tepat untuk mengadakan perkemahan Pramuka. Bagimana tidak, tempat yang selalu ramai dikunjungi setiap liburan semeseter menawarkan panorama padang rumput yang luas ditepi pegunungan yang alami. Pemandangan yang indah di tambah fasilitas perkemahan yang memadai membuat semua orang menjadi betah disana. Atas dasar pertimbangan tersebut Dewan Racana Tengku Amir Hamzah Tjut Nyak Dien mengadakan Perkemahan bersama Sibolangit untuk mengenalkan kepada para peserta suatu tempat perkemahan yang paling banyak di kunjungi di Sumatera Utara.

Perkemahan yang dilakukan pada tanggal 27 sampai 30 Desember 2010 ini diikuti oleh kurang lebih 150 orang dari 5 sekolah. Yaitu MTs Miftahul Ula, MTs Al Wasliyah Stabat, MTs Nurul Islam, SMPN 3 Dan MAN 1 Tanjung Pura yang ikut sebagai panitia. Hal ini sesuai menurut penuturan Edi Cahyono, A.Md selaku ketua panitia kegiatan.

Beberapa kegiatan telah dipersiapkan untuk meningkatkan rasa kedisiplinan, keberanian dan tanggung jawab yang tinggi dari para peserta. Kegiatan tersebut seperti upacara apel, temu ramah, penapakan malam, haiking, api unggun, dan outbond. Kegiatan keagamaanpun dilaksanakan untuk tetap mengingatkan pada sang pencipta.

Dari berbagai kegiatan tersebut, outbond merupakan kegiatan yang paling digemari oleh peserta. Dalam kegiatan ini peserta harus bisa menuruni menara yang tingginya 10 meter dengan menggunakan seutas tali. Dan juga meluncur dari atas menara terjun kebawah juga menggunakan tali. Kegiatan yang dipandu oleh kakak-kakak dari MAPALA STKIP Budi Daya ini memang menguji adrenalin bagi siapa yang memainkannya. Tetapi walaupun begitu, semua peserta semangat mengikutinya walaupun ada sebagaian yang hanya duduk menyaksikan karena takut.

Tidak hanya suka yang dirasakan oleh peserta dan panitia, tetapi dukapun juga melanda ketika kegiatan berlangsung. Sejak hari pertama datang, hujan selalu menemani hingga hari terakhir. Tenda-tenda yang mereka pasang seolah-olah tak ada gunanya. Semuanya basah sampai kedalam tenda. Beberapa peserta ada yang pindah ke mess, dan ada sebagian yang berteduh disebuah tempat berteduh yang mirip dengan jamur. Tempat itupun terkenal dengan sebutan “ Jamur”.

Ada beberapa kegiatan yang tidak berjalan dengan baik karena hujan yang tak kunjung henti. Salah satunya adalah ketika kegiatan api unggun. Api yang seharusnya menyala menjadi susah hidup karna kayunya basah. Tapi berkat usaha yang keras api itu bisa dihidupkan juga. Tapi itu semua tidak membuat semangat peserta dan panitia luntur, semuanya tetap bersemangat sampai acaranya usai. ( Ridwan, Astuti)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s